1. Pendahuluan
1.1 Gambaran Umum MySQL dan Mengapa Command Line Penting
MySQL banyak digunakan sebagai sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) sumber terbuka. Manfaat utamanya meliputi pengelolaan data yang efisien dan operasi data yang fleksibel menggunakan SQL (Structured Query Language). MySQL dipakai dalam banyak aplikasi web dan sistem perusahaan, dan fitur-fitur kuatnya dapat dimanfaatkan sepenuhnya melalui command line MySQL.
1.2 Tujuan Artikel Ini
Artikel ini berfokus pada operasi command line MySQL dan menjelaskan segala hal mulai dari perintah dasar hingga penggunaan yang lebih lanjutan, termasuk pembuatan dan pengelolaan basis data serta konfigurasi hak istimewa pengguna. Artikel ini dirancang khusus untuk membantu pemula dan pengguna menengah membangun keterampilan praktis agar dapat menggunakan MySQL dengan percaya diri.
1.3 Siapa yang Dituju Panduan Ini
Panduan ini ditujukan untuk pengguna pemula hingga menengah yang tertarik pada MySQL. Panduan ini cocok bagi mereka yang memiliki pengetahuan dasar tentang basis data dan ingin mulai mengelola data atau membangun aplikasi web menggunakan MySQL.
2. Perintah MySQL Dasar
2.1 Menghubungkan dan Memutuskan Koneksi ke Basis Data
Untuk mengakses MySQL, Anda pertama‑tama harus terhubung ke server basis data. Salah satu perintah yang paling umum digunakan untuk masuk ke server MySQL adalah mysql -u root -p. Saat Anda menjalankan perintah ini, klien MySQL akan mulai dan berusaha masuk sebagai pengguna yang ditentukan (dalam contoh ini, root).
mysql -u root -p
Setelah memasukkan perintah ini, Anda akan diminta memasukkan kata sandi. Jika Anda memasukkan kata sandi yang benar, Anda akan dapat mengakses command line MySQL.
Untuk memutuskan koneksi, gunakan perintah exit atau quit.
exit
Perintah ini akan mengeluarkan Anda dari server MySQL dan mengembalikan Anda ke prompt perintah.
2.2 Membuat dan Menampilkan Daftar Basis Data
Untuk membuat basis data baru, gunakan perintah CREATE DATABASE. Contoh berikut membuat basis data bernama mysqldemo.
CREATE DATABASE mysqldemo;
Setelah menjalankan perintah, Anda akan melihat pesan “Query OK”, yang menandakan bahwa basis data berhasil dibuat.
Untuk menampilkan daftar basis data yang telah Anda buat, gunakan perintah SHOW DATABASES.
SHOW DATABASES;
Perintah ini menampilkan daftar semua basis data yang saat ini tersedia di server.
2.3 Memilih Basis Data
Jika terdapat beberapa basis data, Anda perlu menentukan basis data mana yang ingin Anda kerjakan. Dengan menggunakan perintah USE, Anda dapat memilih basis data yang ingin dioperasikan.
USE mysqldemo;
Perintah ini menetapkan mysqldemo sebagai basis data saat ini, dan semua perintah selanjutnya akan dijalankan terhadap basis data ini. 
3. Perintah Tabel Dasar
3.1 Membuat Tabel
Untuk menyimpan data dalam basis data, pertama‑tama Anda harus membuat tabel. Gunakan perintah CREATE TABLE untuk membuat tabel baru. Misalnya, jika Anda ingin membuat tabel bernama users, tulis perintahnya sebagai berikut.
CREATE TABLE users (
id INT AUTO_INCREMENT,
name VARCHAR(255),
email VARCHAR(255),
PRIMARY KEY (id)
);
Perintah ini mendefinisikan tiga kolom (id, name, dan email) dalam tabel users. Kolom id bertipe integer dengan auto‑increment (AUTO_INCREMENT) diaktifkan dan ditetapkan sebagai primary key (PRIMARY KEY).
3.2 Menampilkan Daftar Tabel
Setelah membuat tabel, Anda dapat memeriksa daftar tabel dalam basis data. Dengan menggunakan perintah SHOW TABLES, Anda dapat menampilkan semua tabel di basis data yang sedang dipilih.
SHOW TABLES;
Selain itu, jika Anda ingin memeriksa struktur tabel tertentu, gunakan perintah DESCRIBE. Perintah ini menampilkan informasi kolom dan tipe data dalam tabel.
DESCRIBE users;
Perintah ini menampilkan tipe data dan atribut (seperti apakah NULL diizinkan, pengaturan kunci, dll.) untuk setiap kolom dalam tabel users.
3.3 Menyisipkan dan Melihat Data
Untuk menambahkan data ke sebuah tabel, gunakan perintah INSERT INTO. Misalnya, untuk menambahkan pengguna baru, lakukan hal berikut.
INSERT INTO users (name, email) VALUES ('John Doe', 'john@example.com');
Perintah ini menyisipkan sebuah record baru ke dalam tabel users dan menyimpan nilai yang ditentukan ke dalam kolom name dan email.
Untuk melihat data yang disisipkan, gunakan perintah SELECT. Untuk menampilkan semua pengguna, gunakan yang berikut.
SELECT * FROM users;
Ini menampilkan daftar semua record dalam tabel users.
4. Manajemen Pengguna dan Keamanan
4.1 Membuat Pengguna dan Menetapkan Hak Istimewa
Di MySQL, penting untuk membuat pengguna yang dapat mengakses basis data dan memberikan hak istimewa yang sesuai kepada mereka. Untuk membuat pengguna, gunakan perintah CREATE USER. Pada contoh berikut, pengguna baru user1 dibuat untuk localhost dengan kata sandi diatur menjadi password123.
CREATE USER 'user1'@'localhost' IDENTIFIED BY 'password123';
Perintah ini membuat pengguna baru bernama user1, dan pengguna tersebut hanya dapat terhubung dari host lokal.
Untuk memberikan hak istimewa kepada pengguna yang dibuat, gunakan perintah GRANT. Misalnya, untuk memberikan semua hak istimewa pada basis data mysqldemo kepada user1, gunakan yang berikut.
GRANT ALL PRIVILEGES ON mysqldemo.* TO 'user1'@'localhost';
Perintah ini memberikan user1 hak istimewa penuh pada semua tabel dalam basis data mysqldemo. Untuk menerapkan perubahan hak istimewa ke sistem, jalankan perintah FLUSH PRIVILEGES.
FLUSH PRIVILEGES;
4.2 Mengubah Kata Sandi
Untuk mengubah kata sandi pengguna yang ada, gunakan perintah UPDATE untuk memperbarui tabel user dalam basis data mysql. Contoh berikut mengubah kata sandi untuk pengguna root menjadi yang baru.
UPDATE mysql.user SET authentication_string = PASSWORD('newpassword') WHERE User = 'root';
FLUSH PRIVILEGES;
Ini mengubah kata sandi pengguna root menjadi newpassword. Dengan menjalankan FLUSH PRIVILEGES, perubahan tersebut diterapkan ke sistem.
4.3 Praktik Terbaik untuk Memperkuat Keamanan
Untuk meningkatkan keamanan MySQL, penting untuk mengikuti praktik terbaik berikut.
- Hapus pengguna anonim yang tidak diperlukan : Hapus pengguna anonim default sehingga hanya pengguna yang terautentikasi yang dapat mengakses basis data.
- Nonaktifkan login root dari jarak jauh : Untuk keamanan yang lebih baik, nonaktifkan login oleh pengguna
rootdari host remote. - Gunakan kata sandi yang kuat : Gunakan kata sandi yang kuat, sulit ditebak, dan ubah secara teratur.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, Anda dapat meningkatkan keamanan basis data dan mencegah potensi akses tidak sah.

5. Perintah MySQL Lanjutan
5.1 Memperbarui dan Menghapus Data
Untuk memperbarui data dalam sebuah tabel, gunakan perintah UPDATE. Misalnya, jika Anda ingin memperbarui kolom name dalam tabel users, lakukan hal berikut.
UPDATE users SET name = 'Jane Doe' WHERE id = 1;
Perintah ini mengubah nilai kolom name menjadi Jane Doe untuk record di mana id adalah 1. Hati-hati: jika Anda menghilangkan klausa WHERE, semua record dalam tabel akan diperbarui.
Untuk menghapus data, gunakan perintah DELETE. Misalnya, untuk menghapus record di mana id adalah 1, gunakan yang berikut.
DELETE FROM users WHERE id = 1;
Ini menghapus record dengan id sama dengan 1 dari tabel users.
5.2 Cadangan dan Pemulihan
Untuk membuat cadangan basis data, gunakan perintah mysqldump. Perintah ini mengekspor seluruh basis data dan menyimpannya sebagai file SQL. Misalnya, untuk mencadangkan basis data mysqldemo, gunakan yang berikut.
mysqldump -u root -p mysqldemo > mysqldemo_backup.sql
Untuk memulihkan (mengembalikan) basis data, gunakan perintah source. Contoh berikut memulihkan basis data dari file mysqldemo_backup.sql.
mysql -u root -p mysqldemo < mysqldemo_backup.sql
Perintah ini mengimpor isi mysqldemo_backup.sql ke dalam basis data mysqldemo.
5.3 Memulai dan Menghentikan Server
Untuk memulai server MySQL dari baris perintah, gunakan perintah mysqld. Misalnya, dalam lingkungan Windows, Anda dapat menjalankan yang berikut.
"C:\Program Files\MySQL\MySQL Server 5.7\bin\mysqld"
Untuk menghentikan server, gunakan perintah mysqladmin.
"C:\Program Files\MySQL\MySQL Server 5.7\bin\mysqladmin" -u root -p shutdown
Ini menghentikan server MySQL dengan benar. Memulai dan menghentikan dari prompt perintah sangat berguna di lingkungan di mana alat GUI tidak tersedia.
6. Pemecahan Masalah
6.1 Kesalahan Umum dan Cara Memperbaikinya
Salah satu kesalahan umum yang terjadi saat menggunakan MySQL adalah kesalahan “Access denied for user”. Hal ini terjadi ketika nama pengguna atau kata sandi yang ditentukan tidak benar. Untuk memperbaikinya, periksa kembali nama pengguna dan kata sandi, lalu coba masuk lagi dengan kredensial yang tepat.
Kesalahan lain, “Unknown database”, muncul ketika basis data yang ditentukan tidak ada. Gunakan perintah SHOW DATABASES untuk memastikan apakah basis data tersebut ada, dan buatlah jika diperlukan.
SHOW DATABASES;
CREATE DATABASE db_name;
6.2 Tips dan Pencegahan untuk Operasi Basis Data
Saat mengoperasikan basis data, Anda harus memperhatikan poin-poin berikut.
- Lakukan backup : Sebelum melakukan operasi basis data, selalu buat backup. Ini memungkinkan Anda memulihkan data jika secara tidak sengaja menghapus sesuatu.
- Gunakan transaksi : Saat mengeksekusi beberapa kueri sebagai satu operasi, gunakan transaksi untuk menjaga integritas data. Untuk menggunakan transaksi, jalankan
START TRANSACTION,COMMIT, danROLLBACK. - Tentukan kondisi secara akurat : Saat menggunakan
UPDATEatauDELETE, penting untuk menentukan klausaWHEREdengan benar. Ini membantu mencegah pembaruan atau penghapusan yang tidak diinginkan.
Dengan memperhatikan pencegahan ini, Anda dapat mencegah masalah MySQL sebelumnya dan mengoperasikan basis data dengan aman.
7. Kesimpulan
Baris perintah MySQL adalah alat yang kuat untuk secara efisien melakukan segala hal mulai dari manajemen basis data dasar hingga operasi lanjutan. Dalam artikel ini, kami membahas perintah MySQL penting, termasuk membuat basis data, bekerja dengan tabel, mengelola pengguna, serta memperbarui atau menghapus data.
Dalam dunia basis data, keamanan dan integritas data sangat penting. Karena itu, perlu mengikuti praktik terbaik seperti mengonfigurasi hak istimewa pengguna, mengelola kata sandi dengan tepat, dan melakukan backup secara teratur. Selain itu, pengetahuan pemecahan masalah membantu Anda merespons dengan cepat ketika masalah muncul.
Dengan menguasai perintah MySQL, Anda dapat mengoperasikan basis data dengan lebih efisien dan aman. Terus berlatih dan menerapkan apa yang telah Anda pelajari untuk menjadi percaya diri dalam operasi basis data yang aman dan efektif.


