- 1 1. Pendahuluan
- 2 2. Dasar-dasar appendChild dan Cara Menggunakannya
- 3 3. Contoh Praktis
- 4 4. Membandingkan appendChild dengan Metode Lain
- 5 5. Notes and Best Practices
- 6 6. Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- 6.1 Q1: Bisakah saya menambahkan beberapa elemen sekaligus dengan appendChild?
- 6.2 Q2: Bagaimana cara menambahkan hanya teks dengan appendChild?
- 6.3 Q3: Apa penyebab kesalahan appendChild, dan bagaimana cara memperbaikinya?
- 6.4 Q4: Haruskah saya menggunakan appendChild atau innerHTML?
- 6.5 Q5: Apakah appendChild berfungsi di semua browser?
- 6.6 Q6: Apa yang terjadi pada elemen asli jika saya menggunakan appendChild pada elemen yang sudah ada?
- 7 7. Kesimpulan
1. Pendahuluan
Mengapa Mempelajari Manipulasi DOM di JavaScript?
JavaScript adalah bahasa pemrograman utama untuk menciptakan perilaku interaktif pada halaman web. Dalam pengembangan web, Anda sering perlu menambahkan atau menghapus elemen secara dinamis. Untuk melakukannya, Anda memerlukan keterampilan untuk memahami dan memanipulasi DOM (Document Object Model) dengan benar.
DOM merepresentasikan dokumen HTML atau XML sebagai struktur pohon, dan JavaScript memungkinkan Anda mengubah konten serta struktur halaman. Hal ini membuat Anda dapat menghasilkan konten secara dinamis berdasarkan aksi pengguna dan memperbarui apa yang dilihat pengguna di layar.
Dalam artikel ini, kami akan fokus pada metode appendChild, yang sederhana namun sering digunakan, dan menjelaskan semuanya mulai dari penggunaan konkret hingga contoh praktis dengan cara yang mudah dipahami.
Apa Itu appendChild? Gambaran Umum dan Kasus Penggunaan
appendChild adalah salah satu metode manipulasi DOM di JavaScript. Metode ini menambahkan elemen anak baru ke elemen yang ditentukan.
Dengan menggunakan metode ini, Anda dapat dengan mudah melakukan hal-hal seperti:
- Membuat elemen baru dan menambahkannya ke halaman.
- Menambah bidang formulir atau item daftar secara dinamis.
- Menyisipkan konten ketika sebuah tombol diklik.
Sebagai contoh, kode berikut membuat elemen div baru dan menambahkannya ke elemen induk:
var parentElement = document.getElementById('container');
var newElement = document.createElement('div');
newElement.textContent = 'New element';
parentElement.appendChild(newElement);
Seperti yang Anda lihat, appendChild sederhana, namun memberikan fungsionalitas yang sangat kuat.
Apa yang Akan Anda Pelajari dalam Artikel Ini
Dalam artikel ini, kami menjelaskan hal‑hal berikut secara detail:
- Sintaks dasar dan penggunaan appendChild
- Contoh praktis (menambahkan item daftar, bidang formulir, dll.)
- Perbandingan antara appendChild dengan metode lain (insertBefore dan append)
- Peringatan penting serta tips untuk kinerja yang lebih baik
- Pertanyaan umum dan cara menyelesaikannya
Dengan membaca panduan ini, Anda akan memperoleh pemahaman yang kuat tentang manipulasi DOM JavaScript dan mempelajari keterampilan yang berguna dalam pengembangan web dunia nyata.

2. Dasar-dasar appendChild dan Cara Menggunakannya
Sintaks dan Peran appendChild
appendChild adalah metode yang digunakan untuk menambahkan elemen anak baru ke elemen induk yang ditentukan. Metode ini menyisipkan node di akhir node induk dalam pohon DOM.
Sintaks Dasar
parentElement.appendChild(childElement);
- parentElement : Elemen induk tempat anak akan ditambahkan.
- childElement : Elemen anak yang akan ditambahkan ke induk.
Dengan sintaks ini, Anda dapat menambahkan node baru ke elemen apa pun dalam pohon DOM.
Penggunaan Dasar appendChild
1. Membuat Elemen Baru dan Menambahkannya
Berikut contoh menambahkan elemen div baru menggunakan appendChild.
var parentElement = document.getElementById('container');
var newElement = document.createElement('div');
newElement.textContent = 'New element';
parentElement.appendChild(newElement);
Penjelasan Kode
- Dapatkan elemen induk: Gunakan
document.getElementById('container')untuk mengambil elemen tertentu dalam HTML. - Buat elemen baru: Gunakan
document.createElement('div')untuk menghasilkan elemendivbaru. - Setel teks: Gunakan
textContentuntuk menyisipkan string ke dalam elemen. - Tambahkan ke induk: Gunakan
appendChilduntuk menambahkan elemen anak ke akhir elemen induk.
Penjelasan Langkah‑per‑Langkah Menambahkan Elemen
1. Kode HTML
<div id="container"></div>
2. Kode JavaScript
var container = document.getElementById('container');
var newDiv = document.createElement('div');
newDiv.textContent = 'Dynamically added element';
container.appendChild(newDiv);
3. Hasil
Saat Anda menjalankan kode di atas, struktur HTML menjadi:
<div id="container">
<div>Dynamically added element</div>
</div>
Hal ini memudahkan penambahan elemen secara dinamis pada halaman web.
Catatan Penting Saat Memindahkan Elemen yang Sudah Ada
appendChild tidak hanya dapat digunakan untuk elemen baru, tetapi juga untuk memposisikan ulang elemen yang ada. Namun, perhatikan bahwa elemen tersebut dipindahkan dari lokasi asalnya, seperti yang ditunjukkan di bawah ini.
Contoh: Memindahkan Elemen
var parent1 = document.getElementById('parent1');
var parent2 = document.getElementById('parent2');
var child = document.getElementById('child');
// Move child from parent1 to parent2
parent2.appendChild(child);
Dalam kode ini, elemen child berpindah dari parent asli ke parent baru. Karena elemen yang sama tidak dapat ditambahkan berkali-kali, ingatlah bahwa appendChild berperilaku sebagai operasi “pindah”.
Contoh: Menambahkan Node Teks
Anda juga dapat secara dinamis menambahkan node teks, bukan hanya elemen HTML.
Contoh Kode
var parent = document.getElementById('container');
var textNode = document.createTextNode('A text node has been added');
parent.appendChild(textNode);
Hasil
<div id="container">A text node has been added</div>
Pendekatan ini berguna ketika Anda hanya ingin menambahkan teks biasa.
3. Contoh Praktis
Menambahkan Item Daftar Secara Dinamis
Dalam aplikasi web, Anda sering kali perlu menambahkan item daftar secara dinamis berdasarkan input pengguna atau data eksternal. Di bawah ini adalah contoh menambahkan item daftar menggunakan appendChild.
Contoh Kode
<ul id="list"></ul>
<button id="addItem">Add item</button>
var list = document.getElementById('list');
var button = document.getElementById('addItem');
// Add a list item on button click
button.addEventListener('click', function () {
// Create a new list item
var newItem = document.createElement('li');
newItem.textContent = 'New item';
// Append to the list
list.appendChild(newItem);
});
Penjelasan
- Dapatkan elemen parent: Gunakan
document.getElementById('list')untuk mendapatkan elemenul. - Atur event listener: Proses dijalankan ketika tombol diklik.
- Buat item baru: Gunakan
document.createElement('li')untuk menghasilkan elemenlisecara dinamis. - Tambahkan item: Gunakan
appendChilduntuk menambahkan item ke akhir daftar.
Hasil
Setiap kali Anda mengklik tombol, item daftar baru ditambahkan.
Menghasilkan Field Form dengan Tombol
Jika Anda ingin menambahkan field form secara dinamis melalui tindakan pengguna, appendChild juga sangat nyaman.
Contoh Kode
<div id="formContainer"></div>
<button id="addField">Add field</button>
var container = document.getElementById('formContainer');
var button = document.getElementById('addField');
// Add a form field on button click
button.addEventListener('click', function () {
var inputField = document.createElement('input');
inputField.type = 'text';
inputField.placeholder = 'New field';
container.appendChild(inputField);
});
Penjelasan
- Dapatkan kontainer form: Tentukan elemen parent tempat field akan ditambahkan.
- Buat field baru: Gunakan
document.createElement('input')untuk menghasilkan field input. - Atur atribut: Atur atribut secara dinamis seperti
typedanplaceholder. - Tambahkan ke form: Tambahkan field setiap kali tombol ditekan.
Hasil
Ketika Anda mengklik tombol, field input baru ditambahkan satu per satu.
Contoh: Menambahkan Gambar Secara Dinamis
Skenario umum adalah menambahkan gambar secara dinamis ke halaman web.
Contoh Kode
<div id="imageContainer"></div>
<button id="addImage">Add image</button>
var container = document.getElementById('imageContainer');
var button = document.getElementById('addImage');
// Add an image on button click
button.addEventListener('click', function () {
var img = document.createElement('img');
img.src = 'example.jpg';
img.alt = 'Dynamically added image';
img.width = 200;
container.appendChild(img);
});
Penjelasan
- Dapatkan elemen induk: Dapatkan elemen wadah tempat gambar akan ditambahkan.
- Buat elemen gambar: Gunakan
document.createElement('img')untuk secara dinamis membuat elemen gambar. - Setel atribut: Tentukan atribut seperti
srcdanalt. - Tambahkan gambar: Tambahkan gambar secara berurutan melalui aksi klik.
Hasil
Saat Anda mengklik tombol, gambar yang ditentukan ditambahkan ke halaman.
Contoh: Menambahkan Beberapa Elemen Sekaligus
Ketika Anda ingin menambahkan beberapa elemen sekaligus, menggunakan DocumentFragment lebih efisien.
Contoh Kode
<div id="multiContainer"></div>
<button id="addMultiple">Add multiple</button>
var container = document.getElementById('multiContainer');
var button = document.getElementById('addMultiple');
// Add multiple elements on button click
button.addEventListener('click', function () {
var fragment = document.createDocumentFragment();
for (var i = 1; i <= 5; i++) {
var newDiv = document.createElement('div');
newDiv.textContent = 'Item ' + i;
fragment.appendChild(newDiv);
}
container.appendChild(fragment);
});
Penjelasan
- Buat DocumentFragment: Buat wadah sementara di memori.
- Tambahkan elemen dalam loop: Tambahkan elemen baru ke
DocumentFragmentsatu per satu. - Tambahkan dalam satu operasi: Akhirnya tambahkan semua sekaligus ke elemen induk, meningkatkan kinerja.
Hasil
Saat diklik, lima item ditambahkan sekaligus.

4. Membandingkan appendChild dengan Metode Lain
appendChild vs insertBefore
Gambaran Umum
appendChild menambahkan sebuah elemen ke akhir node induk, sementara insertBefore menyisipkannya sebelum node yang ditentukan.
Sintaks Dasar
parentElement.appendChild(newElement);
parentElement.insertBefore(newElement, referenceElement);
Contoh
<div id="container">
<p id="first">First element</p>
</div>
Menggunakan appendChild
var parent = document.getElementById('container');
var newElement = document.createElement('p');
newElement.textContent = 'Appended element';
parent.appendChild(newElement);
Hasil:
<div id="container">
<p id="first">First element</p>
<p>Appended element</p>
</div>
Menggunakan insertBefore
var parent = document.getElementById('container');
var newElement = document.createElement('p');
newElement.textContent = 'Inserted element';
var firstElement = document.getElementById('first');
parent.insertBefore(newElement, firstElement);
Hasil:
<div id="container">
<p>Inserted element</p>
<p id="first">First element</p>
</div>
Perbedaan Utama
- appendChild: Menambahkan sebuah elemen ke akhir elemen induk.
- insertBefore: Menyisipkan sebuah elemen sebelum elemen tertentu, memungkinkan penempatan yang lebih fleksibel.
appendChild vs append
Gambaran Umum
Metode append mirip dengan appendChild, tetapi diperkenalkan dalam spesifikasi JavaScript yang relatif lebih baru.
Sintaks Dasar
parentElement.appendChild(newElement); // Only nodes can be appended
parentElement.append('Text', newElement); // Text can also be appended
Contoh
Menggunakan appendChild
var parent = document.getElementById('container');
var newElement = document.createElement('p');
newElement.textContent = 'Appended element';
parent.appendChild(newElement);
Hasil:
<div id="container">
<p>Appended element</p>
</div>
Menggunakan append
var parent = document.getElementById('container');
var newElement = document.createElement('p');
newElement.textContent = 'Appended element';
parent.append('Text', newElement);
Hasil:
<div id="container">
Text
<p>Appended element</p>
</div>
Perbedaan Utama
- appendChild: Hanya node yang dapat ditambahkan. Anda tidak dapat menambahkan teks secara langsung.
- append: Anda dapat menambahkan baik node maupun teks dalam satu operasi, yang membuatnya lebih fleksibel.
- Compatibility: Karena
appendlebih baru, browser lama mungkin tidak mendukungnya.
appendChild vs innerHTML
Overview
innerHTML memperlakukan struktur HTML sebagai string, sementara appendChild memperlakukan elemen sebagai node.
Example
Using appendChild
var parent = document.getElementById('container');
var newElement = document.createElement('p');
newElement.textContent = 'Appended element';
parent.appendChild(newElement);
Using innerHTML
var parent = document.getElementById('container');
parent.innerHTML += '<p>Appended element</p>';
Key Differences
- appendChild:
- Memperlakukan elemen sebagai node, membuat operasi lebih aman.
- Memungkinkan Anda menambahkan elemen sambil mempertahankan event listener.
- innerHTML:
- Mudah karena memperlakukan HTML sebagai string, tetapi meningkatkan risiko kesalahan akibat sintaks yang tidak valid.
- Elemen anak yang ada dan event listener dapat hilang, sehingga diperlukan kehati-hatian.
How to Choose and Recommendations
| Method | Key Features | Best Use Cases |
|---|---|---|
| appendChild | Nodes only. Preserves events. | When you want to append new elements or perform safe DOM manipulation. |
| insertBefore | Insert at a specific position. Flexible placement. | When you need strict control over element order or want to insert before a specific element. |
| append | Append nodes and text together. | When targeting modern browsers and appending multiple items in one call. |
| innerHTML | Manipulate HTML as a string. Can overwrite content. | When you want to simply append/replace static content, but beware of resetting existing elements. |
5. Notes and Best Practices
1. Be Careful When Repositioning Nodes
What to Watch Out For
Saat Anda menggunakan appendChild untuk menambahkan elemen yang sudah ada ke tempat lain, elemen tersebut dipindahkan dari posisi aslinya. Elemen tersebut tidak disalin dan tidak dapat ditempatkan di beberapa lokasi sekaligus.
Example
var parent1 = document.getElementById('parent1');
var parent2 = document.getElementById('parent2');
var child = document.getElementById('child');
// Append child to parent2 (move)
parent2.appendChild(child);
Result
Dalam kode ini, child dihapus dari parent1 dan dipindahkan ke parent2. Jika Anda ingin menambahkan konten yang sama berkali‑kali, Anda harus membuat elemen baru.
Solution
Jika Anda ingin menyalin sebuah elemen, gunakan metode cloneNode().
var clone = child.cloneNode(true); // true copies child nodes as well
parent2.appendChild(clone);
2. Performance Considerations
What to Watch Out For
Jika Anda menambahkan banyak elemen dengan memanggil appendChild berulang‑ulang di dalam sebuah loop, Anda akan meningkatkan operasi DOM dan dapat menurunkan performa.
Solution
Gunakan DocumentFragment untuk membangun elemen‑elemen dalam sebuah kontainer virtual di memori, lalu tambahkan semuanya sekaligus.
Example
var parent = document.getElementById('container');
var fragment = document.createDocumentFragment();
for (var i = 0; i < 10; i++) {
var div = document.createElement('div');
div.textContent = 'Item ' + (i + 1);
fragment.appendChild(div);
}
// Append to the parent at once
parent.appendChild(fragment);
Benefits
- Meminimalkan akses DOM dan meningkatkan performa.
- Membantu mencegah kedipan (flicker) yang terlihat selama proses rendering.
3. When to Use innerHTML vs appendChild
What to Watch Out For
innerHTML singkat, tetapi memiliki kelemahan berikut:
- Kesalahan sintaks HTML lebih mudah terjadi.
- Elemen yang sudah ada dan event listener dapat hilang.
Solution
Untuk menambahkan atau memanipulasi elemen, menggunakan appendChild lebih aman.
Example: A Common innerHTML Pitfall
var parent = document.getElementById('container');
parent.innerHTML = '<p>Appended element</p>'; // All existing elements are removed
Recommended: Using appendChild
var newElement = document.createElement('p');
newElement.textContent = 'Appended element';
parent.appendChild(newElement); // Safely appended
4. Preserving Event Listeners
What to Watch Out For
Saat Anda memindahkan sebuah elemen dengan appendChild, event listener pada elemen tersebut tetap terpasang. Namun, jika Anda menggunakan innerHTML, event listener akan dihapus.
Solution
Ketika Anda memanipulasi elemen secara dinamis, perhatikan cara Anda mendaftarkan event.
Example: Keeping an Event Listener
var button = document.createElement('button');
button.textContent = 'Click';
button.addEventListener('click', function () {
alert('Clicked!');
});
// Append with appendChild
document.body.appendChild(button); // The event listener is preserved
Saat Menggunakan innerHTML
document.body.innerHTML += '<button>Click</button>'; // The event listener is lost
5. Pertimbangan Aksesibilitas dan Keamanan
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan
- Aksesibilitas: Saat menambahkan elemen secara dinamis, perkuat dukungan pembaca layar dengan menggunakan atribut ARIA .
- Keamanan: Menggunakan
innerHTMLdapat meningkatkan risiko XSS (Cross‑Site Scripting). Lebih baik gunakanappendChildbila memungkinkan.
Solusi
Contoh: Menambahkan Atribut ARIA
var button = document.createElement('button');
button.textContent = 'Submit';
button.setAttribute('aria-label', 'Submit button');
document.body.appendChild(button);

6. Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q1: Bisakah saya menambahkan beberapa elemen sekaligus dengan appendChild?
Jawaban
Tidak. appendChild hanya dapat menambahkan satu node pada satu waktu. Jika Anda ingin menambahkan beberapa elemen sekaligus, gunakan DocumentFragment atau metode append.
Solusi 1: Gunakan DocumentFragment
var parent = document.getElementById('container');
var fragment = document.createDocumentFragment();
for (var i = 0; i < 5; i++) {
var div = document.createElement('div');
div.textContent = 'Item ' + (i + 1);
fragment.appendChild(div);
}
// Append in one operation
parent.appendChild(fragment);
Solusi 2: Gunakan append (Spesifikasi Modern)
var parent = document.getElementById('container');
parent.append('Text', document.createElement('div'));
Q2: Bagaimana cara menambahkan hanya teks dengan appendChild?
Jawaban
Untuk menambahkan hanya teks, buat dan tambahkan node teks.
Contoh Kode
var parent = document.getElementById('container');
var textNode = document.createTextNode('Appended text');
parent.appendChild(textNode);
Poin Penting
Menggunakan createTextNode memungkinkan Anda menyisipkan teks biasa dengan aman tanpa tag HTML.
Q3: Apa penyebab kesalahan appendChild, dan bagaimana cara memperbaikinya?
Jawaban
Penyebab umum biasanya masuk dalam tiga kategori berikut.
1. Elemen induk atau anak bernilai null
Contoh Kesalahan:
var parent = document.getElementById('container'); // Element does not exist
parent.appendChild(newElement); // Error occurs
Solusi:
Periksa bahwa elemen tersebut ada sebelumnya.
var parent = document.getElementById('container');
if (parent) {
parent.appendChild(newElement);
}
2. Elemen anak sudah pernah ditambahkan
Contoh Kesalahan:
parent.appendChild(child); // First append succeeds
parent.appendChild(child); // Second append causes an error
Solusi:
Jika Anda perlu menggunakan kembali konten yang sama, gunakan cloneNode().
var clone = child.cloneNode(true);
parent.appendChild(clone);
3. Mencoba menambahkan tipe node yang tidak valid
Contoh Kesalahan:
parent.appendChild('Text'); // Error
Solusi:
Buat node teks saat menambahkan teks.
var textNode = document.createTextNode('Text');
parent.appendChild(textNode);
Q4: Haruskah saya menggunakan appendChild atau innerHTML?
Jawaban
Jika Anda mengutamakan keamanan, gunakan appendChild.
innerHTML mudah karena menyisipkan HTML sebagai string, tetapi memiliki kelemahan berikut:
- Risiko keamanan (potensi serangan XSS)
- Elemen yang ada dan pendengar acara (event listeners) dapat hilang
Contoh yang Direkomendasikan
var parent = document.getElementById('container');
var newElement = document.createElement('div');
newElement.textContent = 'Safely appended';
parent.appendChild(newElement);
Di sisi lain, jika Anda hanya perlu menyisipkan konten statis singkat, innerHTML masih dapat menjadi pilihan yang praktis.
Q5: Apakah appendChild berfungsi di semua browser?
Jawaban
Ya. appendChild didukung oleh hampir semua browser, termasuk yang lebih lama.
Namun, metode append (yang menyediakan fungsionalitas serupa) mungkin tidak didukung di browser lama. Jika kompatibilitas penting, appendChild adalah pilihan yang lebih aman.
Q6: Apa yang terjadi pada elemen asli jika saya menggunakan appendChild pada elemen yang sudah ada?
Jawaban
Karena appendChild melakukan operasi pindah, elemen tersebut dihapus dari posisi aslinya.
Contoh
var parent1 = document.getElementById('parent1');
var parent2 = document.getElementById('parent2');
var child = document.getElementById('child');
// Move
parent2.appendChild(child);
Anak child dihapus dari parent1 dan ditambahkan ke parent2 yang baru.
Solusi:
Jika Anda ingin mempertahankan salinan di lokasi asli, gunakan cloneNode().
var clone = child.cloneNode(true);
parent2.appendChild(clone);
7. Kesimpulan
Mengapa Metode JavaScript appendChild Penting
Dalam artikel ini, kami membahas metode JavaScript appendChild secara detail, mulai dari penggunaan dasar hingga contoh praktis, perbandingan dengan metode lain, dan pertanyaan yang sering diajukan.
appendChild adalah metode dasar untuk manipulasi DOM dalam pengembangan web. Ia memainkan peran penting dalam menambahkan elemen secara dinamis dan memungkinkan interaksi pengguna. Berkat sintaksnya yang sederhana dan kompatibilitas yang luas, metode ini banyak digunakan oleh semua orang, mulai dari pemula hingga pengembang profesional.
Ringkasan Cepat dari Poin-Poin Penting
1. Dasar-dasar dan Cara Kerjanya
- Digunakan untuk menambahkan elemen anak baru ke elemen induk.
- Dengan menggabungkannya dengan
createElementdancreateTextNode, Anda dapat menambahkan elemen dan node teks secara dinamis.
2. Kasus Penggunaan Praktis
- Kami memperkenalkan skenario realistis seperti menambahkan item daftar, bidang formulir, gambar, dan beberapa elemen sekaligus.
- Untuk menambahkan banyak elemen secara efisien, penggunaan
DocumentFragmentmembantu mengoptimalkan kinerja.
3. Perbandingan dengan Metode Lain
insertBefore: Fleksibilitas untuk menyisipkan pada posisi tertentu.append: Dapat menambahkan teks dan elemen bersama-sama (spesifikasi yang lebih baru).innerHTML: Mudah digunakan, tetapi memiliki kelemahan terkait keamanan dan mempertahankan pendengar acara.
4. Praktik Terbaik
- Hati-hati saat memindahkan node. Jika Anda membutuhkan salinan, gunakan
cloneNode. - Gunakan
DocumentFragmentuntuk meningkatkan kinerja. - Pertahankan struktur HTML yang tepat sambil mempertimbangkan keamanan dan aksesibilitas.
5. Bagian FAQ
- Kami menjelaskan solusi untuk pertanyaan umum pemula, seperti kesalahan tipikal, menambahkan banyak elemen, dan menyisipkan teks dengan aman.
Langkah Selanjutnya
Coba Menggunakannya dalam Proyek Nyata
Gunakan contoh kode dari artikel ini, coba implementasikan fitur yang menambahkan elemen secara dinamis. Dengan menerapkannya pada tombol dan interaksi formulir, Anda dapat membangun fondasi yang kuat untuk aplikasi web interaktif.
Topik Lain untuk Dijelajahi
Jika Anda ingin mempelajari manipulasi DOM yang lebih lanjutan dan manajemen acara, topik-topik berikut juga direkomendasikan:
- Pendengar acara dan penanganan acara : Tambahkan respons terhadap tindakan pengguna.
- Bekerja dengan kelas dan ID : Kelola atribut menggunakan
classListdansetAttribute. - Menggunakan elemen template : Menyisipkan template yang telah ditentukan secara dinamis.
Kata Penutup
Metode JavaScript appendChild adalah salah satu alat paling dasar dan penting untuk memanipulasi halaman web secara dinamis. Gunakan artikel ini sebagai referensi dan terapkan pada proyek Anda sendiri.
Jika Anda menemukan artikel ini bermanfaat, silakan bagikan di media sosial atau beri masukan di komentar. Terus tingkatkan kemampuan JavaScript Anda dan hadapi tantangan pengembangan yang lebih maju!


