.
- 1 1. Pendahuluan: Apa yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Memformat HDD di Ubuntu
- 1.1 1.1 Apa Itu Pemformatan HDD? Penjelasan Sederhana untuk Pemula
- 1.2 1.2 Perbedaan Antara “Partisi” dan “Pemformatan”
- 1.3 1.3 Sistem Berkas yang Bisa Anda Pilih di Ubuntu (ext4 / NTFS / FAT32)
- 1.4 1.4 Pemeriksaan Penting Sebelum Anda Memformat (Sangat Penting)
- 1.5 1.5 Apa yang Akan Anda Pelajari dalam Artikel Ini (Tujuan)
- 2 2. Dasar-dasar Pemformatan (Bangun Pemahaman Terlebih Dahulu)
- 2.1 2.1 Apa yang Terjadi Saat Anda Memformat? (Bagaimana dengan Data Anda?)
- 2.2 2.2 Quick Format vs. Full Format: Apa Bedanya?
- 2.3 2.3 Alur Keseluruhan Manajemen HDD di Ubuntu
- 2.4 2.4 GPT vs. MBR: Mana yang Harus Anda Pilih?
- 2.5 2.5 Apa Arti “Mounted” di Ubuntu?
- 2.6 2.6 Perintah Minimum yang Harus Dipelajari Pemula
- 3 3. Persiapan Memformat HDD di Ubuntu (Konfirmasi Disk Target)
- 4 4. Cara Memformat HDD di Ubuntu (GUI: Aplikasi Disks)
- 4.1 4.1 Buka Aplikasi Disks
- 4.2 4.2 Pilih HDD yang Ingin Anda Format (Langkah Paling Penting)
- 4.3 4.3 Buat Tabel Partisi Baru (Inisialisasi Disk)
- 4.4 4.4 Buat Partisi (Agar HDD Dapat Digunakan)
- 4.5 4.5 Pilih Sistem Berkas (ext4 / NTFS / FAT32)
- 4.6 4.6 Setelah Memformat: Konfirmasi Deteksi dan Mounting
- 4.7 4.7 Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan GUI
- 5 5. Cara Memformat HDD di Ubuntu (CLI: Command Line)
- 6 6. Setelah Formatting: Mounting dan Setup Auto-Mount (fstab)
- 7 7. Kasus Penggunaan: Tujuan Pemformatan Umum dan Pengaturan yang Direkomendasikan
- 7.1 7.1 Jadikan Sebagai Drive Data untuk Ubuntu Saja (Direkomendasikan: ext4)
- 7.2 7.2 Gunakan HDD Eksternal di Ubuntu dan Windows (Direkomendasikan: NTFS)
- 7.3 7.3 Gunakan Seperti Drive USB (Direkomendasikan: FAT32 atau exFAT)
- 7.4 7.4 Rekonstruksi HDD yang Sebelumnya Memiliki Ubuntu Terinstal (Ubah Menjadi Drive Data)
- 8 8. Pemecahan Masalah: Apa yang Harus Dilakukan Jika Anda Tidak Bisa Memformat atau Drive Tidak Terdeteksi
- 9 9. FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Memformat HDD di Ubuntu
- 9.1 9.1 Apakah memformat HDD di Ubuntu benar-benar menghapus data?
- 9.2 9.2 Apa cara termudah untuk memformat HDD eksternal di Ubuntu?
- 9.3 9.3 Perintah apa yang memformat drive sebagai ext4 di Ubuntu?
- 9.4 9.4 Bagaimana cara auto-mount drive setelah memformat?
- 9.5 9.5 Format mana yang harus saya gunakan untuk berbagi HDD antara Ubuntu dan Windows?
- 10 10. Ringkasan: Tips untuk Memformat HDD di Ubuntu dengan Aman
1. Pendahuluan: Apa yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Memformat HDD di Ubuntu
Saat Anda menggunakan Ubuntu, ada banyak situasi di mana Anda mungkin ingin memformat HDD (hard disk drive). Misalnya:
- Anda ingin menginisialisasi HDD yang baru dibeli agar dapat dipakai di Ubuntu
- Anda ingin membangun kembali HDD yang Anda gunakan di Windows untuk Ubuntu (ext4, dll.)
- Anda ingin membersihkan HDD eksternal dan menggunakannya kembali untuk cadangan
- Anda ingin mengatur ulang tata letak partisi yang tidak diperlukan dan memulai dari awal
Namun, kata “format” sering membuat pemula merasa tidak nyaman.
- Bagaimana kalau saya menghapus drive yang salah secara tidak sengaja?
- Operasi baris perintah terasa sulit
- Saya khawatir ada masalah setelah memformat, seperti drive tidak terdeteksi atau tidak ter-mount
Dalam artikel ini, kami akan menjawab kekhawatiran tersebut dan menjelaskan—dengan cara yang ramah pemula—cara memformat HDD dengan aman di Ubuntu.
1.1 Apa Itu Pemformatan HDD? Penjelasan Sederhana untuk Pemula
Pemformatan HDD, secara sederhana, adalah proses menyiapkan drive sehingga dapat digunakan “baru”.
Lebih spesifik, biasanya melibatkan:
- Membuat ulang struktur data pada drive (sistem berkas)
- Memilih format yang sesuai dengan tujuan Anda (ext4/NTFS/FAT32, dll.)
- Membangun kembali tata letak partisi (jika diperlukan)
Jadi pemformatan bukan sekadar “membersihkan”. Lebih mirip merenovasi sebuah ruangan dengan membangun kembali tata letaknya.
Karena itu, pemformatan umumnya menghapus data pada drive.
Pastikan Anda mengingat poin ini.
1.2 Perbedaan Antara “Partisi” dan “Pemformatan”
Dua istilah yang sering membingungkan pemula adalah:
- Partisi
- Format
Keduanya sering dibicarakan bersamaan, tetapi memiliki peran yang berbeda.
Apa Itu Partisi?
Partisi adalah cara untuk “memisahkan” satu HDD menjadi beberapa bagian terpisah.
Contohnya, Anda dapat membagi HDD 1 TB menjadi seperti ini:
- 500 GB: untuk penyimpanan data
- 500 GB: untuk cadangan
Di Ubuntu, Anda akan melihat sesuatu seperti ini:
/dev/sdb(drive fisik)/dev/sdb1(partisi pertama)/dev/sdb2(partisi kedua)
Apa Itu Pemformatan?
Pemformatan adalah proses membuat sistem berkas (seperti ext4) pada sebuah partisi.
Dengan kata lain:
- Partisi: membagi lahan menjadi lot‑lot
- Pemformatan: membangun sebuah “rumah” (struktur berkas) di setiap lot
Itulah hubungannya.
1.3 Sistem Berkas yang Bisa Anda Pilih di Ubuntu (ext4 / NTFS / FAT32)
Saat memformat HDD di Ubuntu, tiga sistem berkas berikut biasanya dipakai:
ext4 (Pilihan Terbaik untuk Ubuntu/Linux)
Ini adalah sistem berkas standar yang digunakan pada Ubuntu.
- Stabil dan dapat diandalkan di lingkungan Linux
- Performa baik
- Menangani file berukuran besar tanpa masalah
Jika HDD akan digunakan hanya dengan Ubuntu, ext4 adalah pilihan terbaik.
NTFS (Jika Anda Juga Ingin Menggunakannya dengan Windows)
NTFS adalah sistem berkas standar Windows.
- Mudah berbagi data dengan Windows
- Ubuntu biasanya dapat membaca/menulisnya tanpa masalah
Namun, bila Ubuntu adalah lingkungan utama Anda, ext4 biasanya lebih natural.
Jika itu adalah “HDD eksternal yang mungkin Anda baca di Windows,” NTFS menjadi kandidat kuat.
FAT32 (Kompatibilitas Tinggi, tetapi dengan Batasan)
Ini adalah format lama yang dapat dikenali oleh banyak perangkat.
- Dapat bekerja luas di Windows/macOS/Linux/konsol game, dll.
- Tetapi memiliki batas 4 GB per file
Tidak ideal untuk video besar atau penggunaan cadangan yang intensif.
1.4 Pemeriksaan Penting Sebelum Anda Memformat (Sangat Penting)
Bagian paling menakutkan dari pemformatan HDD bukanlah operasinya—melainkan memilih disk yang salah.
Di Ubuntu, disk biasanya muncul seperti ini:
/dev/sda: disk utama dengan OS terpasang (sering kali ini)/dev/sdb: HDD eksternal atau disk tambahan/dev/nvme0n1: NVMe SSD (umum pada PC terbaru)
Jika Anda secara tidak sengaja memformat disk OS, Ubuntu mungkin tidak dapat boot lagi.
Sebelum memulai, pastikan Anda melakukan hal‑hal berikut:
- Pastikan Anda memiliki cadangan
- Periksa ukuran disk (mis., 1TB / 2TB) untuk mengidentifikasinya dengan benar
- Jika memungkinkan, hubungkan hanya HDD eksternal saat Anda bekerja
- Jika Anda tidak yakin, gunakan GUI (aplikasi Disks)
Terutama bagi pemula, memulai dengan pemformatan GUI disarankan.
Setelah Anda merasa nyaman, Anda dapat beralih ke operasi baris perintah dengan aman.
1.5 Apa yang Akan Anda Pelajari dalam Artikel Ini (Tujuan)
Dengan membaca artikel ini sampai akhir, Anda akan dapat:
- Memahami alur keseluruhan pemformatan HDD di Ubuntu
- Menginisialisasi drive dengan aman menggunakan GUI (Disks)
- Memformat menggunakan perintah (mkfs/parted)
- Memasang drive dan mengonfigurasi pengaturan auto-mount
- Menghindari kesalahan dan kesalahan umum
Pada bab berikutnya, kami akan membahas “persiapan” yang harus Anda lakukan sebelum memulai—khususnya, cara memastikan HDD target menggunakan perintah seperti lsblk.
2. Dasar-dasar Pemformatan (Bangun Pemahaman Terlebih Dahulu)
Sebelum Anda menghafal langkah-langkah untuk memformat HDD di Ubuntu, ada baiknya mempelajari beberapa dasar. Hal itu saja dapat meningkatkan keamanan secara dramatis.
Bagi pemula khususnya, situasi paling berbahaya adalah “menjalankan perintah tanpa memahami apa yang mereka lakukan.”
Di sini, kami akan menyusun hanya poin-poin kunci yang Anda perlukan untuk memahami proses—menjaganya sesederhana dan sejelas mungkin.
2.1 Apa yang Terjadi Saat Anda Memformat? (Bagaimana dengan Data Anda?)
Saat Anda memformat HDD, data di dalamnya pada dasarnya dihapus.
Namun, penting untuk memahami apa arti “dihapus” dalam konteks ini.
- File “menghilang” secara terlihat
- Sistem berkas (aturan untuk mengelola data) dibangun kembali
- Anda tidak dapat lagi mengakses data sebelumnya
Dengan kata lain, pemformatan lebih kuat daripada penghapusan sederhana—ia membangun kembali seluruh sistem yang digunakan untuk menyimpan file.
Untuk keamanan, sebaiknya berpikir seperti ini:
Anggap data sebelum pemformatan tidak akan kembali.
Dalam beberapa kasus, perangkat lunak pemulihan dapat mengembalikan data, tetapi keberhasilannya tergantung pada situasinya, dan pemula tidak boleh mengharapkan hasil yang dijamin.
Jadi aturan emasnya adalah: selalu buat cadangan sebelum memformat.
2.2 Quick Format vs. Full Format: Apa Bedanya?
Di Windows, Anda mungkin pernah melihat istilah “Quick Format.”
Ubuntu mengikuti konsep serupa.
Quick Format (Cepat)
- Membuat kembali hanya informasi manajemen sistem berkas
- Tidak menimpa seluruh area data dengan nol
- Cepat (biasanya beberapa detik hingga menit)
Untuk kebanyakan kasus sehari-hari (menggunakan kembali atau menginisialisasi drive), ini biasanya sudah cukup.
Full Format (Zero-Fill, dll.)
- Menimpa area data (mis., zero-fill)
- Memakan waktu (jam, tergantung ukuran drive)
- Membuat pemulihan data jauh lebih sulit
Jika Anda menjual HDD bekas, membuangnya, atau sebelumnya berisi data sensitif, penghapusan penuh adalah pilihan yang lebih aman.
Meskipun begitu, artikel ini terutama berfokus pada “pemformatan standar” yang dibutuhkan kebanyakan pemula.
2.3 Alur Keseluruhan Manajemen HDD di Ubuntu
Alur umum untuk memformat HDD dan menggunakannya di Ubuntu terlihat seperti ini:
- Identifikasi disk target
- Lepas mount jika diperlukan
- Buat tabel partisi (GPT/MBR)
- Buat partisi
- Buat sistem berkas (format)
- Mount untuk penggunaan
- Opsional konfigurasikan auto-mount (fstab)
Pemula kadang kebingungan tentang apa yang dilakukan setiap langkah, tetapi jangan khawatir.
Nanti dalam artikel ini, kami akan menjelaskannya sehingga metode GUI dan metode baris perintah mengikuti alur logis yang sama.
2.4 GPT vs. MBR: Mana yang Harus Anda Pilih?
Saat Anda bekerja pada pemformatan, Anda akan melihat istilah “tabel partisi.”
Anggap itu sebagai “daftar isi” drive—ia melacak di mana partisi berada dan bagaimana mereka disusun.
Di Ubuntu, Anda biasanya memilih antara dua ini:
- GPT (standar yang lebih baru)
- MBR (standar yang lebih lama)
Ketika GPT Direkomendasikan (Pilihan Default)
- Anda menggunakan HDD lebih besar dari 2TB
- Anda menggunakan PC modern (UEFI)
- Anda menginginkan pengaturan yang stabil dan jangka panjang
- Anda mungkin akan memperluas lingkungan Anda nanti
.In most cases, if you’re unsure, choosing GPT is the right call.
Kapan Anda Mungkin Membutuhkan MBR
- Anda menggunakan PC lama (berbasis BIOS)
- Anda memerlukan kompatibilitas dengan OS atau perangkat lama
Kecuali Anda memiliki alasan khusus, GPT umumnya merupakan pilihan yang lebih aman bagi pemula.
2.5 Apa Arti “Mounted” di Ubuntu?
Di Ubuntu, sekadar menghubungkan HDD tidak selalu berarti ia langsung “siap pakai”.
Dalam banyak kasus, Ubuntu akan melakukan mount secara otomatis, tetapi kadang Anda harus melakukannya secara manual.
Apa Itu Mounting?
Mounting berarti menempelkan isi HDD ke sebuah folder (direktori) di Ubuntu.
Sebagai contoh:
- Mount HDD ke
/mnt/data→ Saat Anda membuka/mnt/data, Anda dapat melihat isi drive tersebut
Jadi mounting pada dasarnya adalah “menjadikan HDD dapat digunakan sebagai bagian dari struktur folder Ubuntu.”
Apa Itu Unmounting?
Unmounting adalah kebalikannya—melepaskan drive.
Jika Anda mencoba memformat drive sementara masih ter-mount, Anda mungkin akan melihat error seperti:
- perangkat sedang sibuk
- tidak dapat memformat sistem berkas yang sedang ter-mount
Dalam kasus tersebut, Anda harus melakukan unmount terlebih dahulu sebelum memformat.
2.6 Perintah Minimum yang Harus Dipelajari Pemula
Bahkan jika Anda gugup dengan terminal, mengetahui dasar‑dasar ini saja dapat sangat meningkatkan keamanan saat bekerja dengan disk di Ubuntu.
Daftar Disk dan Partisi: lsblk
lsblk
Ini menampilkan daftar disk dan partisi yang terhubung.
Bagi pemula, ini adalah “tali penyelamat” yang membantu mencegah memformat drive yang salah—jadi penting untuk dipelajari terlebih dahulu.
Tampilkan Info Sistem Berkas Juga: lsblk -f
lsblk -f
Ini memungkinkan Anda melihat apakah sebuah partisi berformat ext4, NTFS, dan sebagainya.
3. Persiapan Memformat HDD di Ubuntu (Konfirmasi Disk Target)
Mulai dari sini, kita akan melakukan langkah persiapan sebelum benar‑benarnya memformat drive.
Jika Anda meluangkan waktu untuk memeriksa semuanya dengan cermat pada tahap ini, kemungkinan kesalahan serius berkurang secara drastis.
3.1 Identifikasi HDD Target (Pemeriksaan Aman dengan lsblk)
Pertama, buka terminal dan jalankan perintah berikut:
lsblk
Output Anda akan berbeda tergantung lingkungan, tetapi mungkin terlihat seperti ini:
sda: disk yang berisi OS (jangan disentuh)sdb: HDD eksternal (drive yang ingin Anda format kali ini)
Pada titik ini, pemula harus fokus pada dua pemeriksaan berikut:
- Kapasitas (SIZE)
- Nama perangkat yang muncul saat Anda menghubungkan drive
Dalam banyak kasus, “disk baru yang muncul segera setelah Anda mencolokkan drive eksternal” adalah target yang tepat.
3.2 Cara Menentukan Drive Mana yang merupakan HDD Eksternal (Jika Anda Tidak Yakin)
Jika Anda mendapati diri Anda berpikir, “Saya tidak dapat membedakan apakah sda atau sdb adalah drive eksternal…”, metode berikut aman dan dapat diandalkan.
Metode 1: Identifikasi Berdasarkan Kapasitas
Misalnya, jika SSD internal Anda berkapasitas 512GB dan HDD eksternal Anda berkapasitas 2TB, Anda dapat mengidentifikasi target berdasarkan ukuran.
Metode 2: Cabut HDD Eksternal Sekali dan Periksa
- Jalankan
lsblkdan catat apa yang muncul - Cabut HDD eksternal
- Jalankan
lsblklagi - Disk yang menghilang adalah HDD eksternal
Metode ini sangat akurat.
3.3 Jika Drive Sudah Ter-Mount, Lakukan Unmount Terlebih Dahulu
Jika HDD yang ingin Anda format saat ini ter-mount, proses pemformatan dapat gagal.
Anda dapat memeriksa status mount pada kolom MOUNTPOINTS di lsblk.
Jika Anda melihat sesuatu seperti /media/your-username/xxxx, berarti drive tersebut ter-mount.
Untuk melakukan unmount, gunakan perintah berikut:
sudo umount /dev/sdX1
Ganti sdX1 dengan nama partisi Anda yang sebenarnya.
(Contoh: /dev/sdb1)
3.4 Daftar Periksa Akhir Sebelum Anda Memformat
Sebelum menjalankan operasi pemformatan apa pun, pastikan hal‑hal berikut:
- Nama disk target sudah benar (contoh: /dev/sdb)
- Kapasitas sesuai dengan yang Anda harapkan
- Semua data penting sudah dicadangkan
- Jika sebelumnya ter-mount, sudah dilakukan unmount
Setelah Anda memastikan semua hal di atas, persiapan Anda selesai.
.Di bab berikutnya, kita akan memulai dengan pendekatan paling aman untuk pemula: memformat melalui GUI (aplikasi Disks).
4. Cara Memformat HDD di Ubuntu (GUI: Aplikasi Disks)
Untuk pemula Ubuntu, metode paling aman dan termudah adalah memformat melalui GUI (antarmuka grafis).
Ubuntu menyertakan alat bawaan bernama Disks, yang memungkinkan Anda menginisialisasi drive, membuat partisi, dan memformatnya hanya dengan klik, bukan perintah.
Jika terminal terasa menakutkan, memulai dengan metode ini adalah pilihan paling nyaman.
4.1 Buka Aplikasi Disks
Untuk membuka aplikasi Disks di Ubuntu, ikuti langkah‑langkah berikut:
- Buka daftar aplikasi (Tampilkan Aplikasi)
- Ketik Disks (atau “ディスク” pada sistem Jepang) di bidang pencarian
- Klik Disks untuk meluncurkannya
Setelah terbuka, panel kiri menampilkan daftar perangkat penyimpanan yang terhubung (SSD/HDD/USB).
4.2 Pilih HDD yang Ingin Anda Format (Langkah Paling Penting)
Dari daftar di sebelah kiri, pilih HDD yang ingin Anda format.
Pada titik ini, pemula harus memastikan hal‑hal berikut:
- Kapasitas (misalnya, 1TB, 2TB)
- Label model‑like (nama produsen/produk)
- Bahwa itu adalah HDD eksternal — bukan SSD internal
Jika Anda secara tidak sengaja memilih SSD yang berisi OS (sering kali /dev/sda atau nvme0n1), Anda berisiko membuat Ubuntu tidak dapat boot.
Jika Anda ragu, cabut semua perangkat kecuali HDD eksternal sebelum melanjutkan.
4.3 Buat Tabel Partisi Baru (Inisialisasi Disk)
Jika Anda ingin menggunakan HDD sebagai “lembar kosong”, mulailah dengan membuat ulang tabel partisi.
Di aplikasi Disks, alur dasarnya seperti ini:
- Klik menu kanan‑atas (︙)
- Pilih Format Disk… (atau opsi setara)
- Pilih tipe tabel partisi
Biasanya, Anda akan memilih salah satu dari berikut ini:
- GPT (standar baru, direkomendasikan)
- MBR (DOS) (standar lama, untuk kompatibilitas)
Jika Anda tidak yakin, memilih GPT biasanya merupakan keputusan yang tepat.
Untuk HDD yang lebih besar dari 2 TB, GPT sangat disarankan.

4.4 Buat Partisi (Agar HDD Dapat Digunakan)
Menginisialisasi disk saja masih meninggalkannya sebagai “kotak kosong”.
Selanjutnya, buat partisi agar Anda benar‑benar dapat menggunakan drive tersebut.
Di aplikasi Disks, alurnya biasanya:
- Pilih area yang ditandai sebagai ruang kosong
- Klik tombol “+” (Tambah Partisi)
- Tentukan ukuran
- Pilih format (sistem berkas)
- Jika diperlukan, masukkan nama volume (label)
- Konfirmasi dan buat partisi
Dalam kebanyakan kasus, Anda akan menggunakan seluruh drive, jadi membiarkan ukuran pada nilai maksimum sudah cukup.
4.5 Pilih Sistem Berkas (ext4 / NTFS / FAT32)
Inilah inti dari proses pemformatan.
Pilih sistem berkas yang paling cocok untuk kebutuhan Anda.
Gunakan ext4 untuk Penggunaan Hanya Ubuntu (Direkomendasikan)
- Paling stabil untuk Ubuntu/Linux
- Performa baca/tulis cepat
- Bagus untuk keperluan backup
Jika Anda tidak yakin, ext4 adalah pilihan default yang aman.
Gunakan NTFS jika Anda Juga Membutuhkan Kompatibilitas Windows
- Mudah berbagi data dengan Windows
- Praktis ketika Anda menggunakan HDD eksternal yang sama pada kedua OS
Namun, bila drive terutama untuk Ubuntu, ext4 biasanya lebih mudah dikelola.
Gunakan FAT32 untuk Kompatibilitas Perangkat yang Luas (Tapi Perhatikan Batasannya)
- Kompatibilitas tinggi
- Hati‑hati: ada batas 4 GB per file
Sering kali tidak ideal untuk video atau backup di mana file besar umum.
4.6 Setelah Memformat: Konfirmasi Deteksi dan Mounting
Setelah pemformatan selesai, HDD mungkin akan otomatis ter‑mount.
Buka file manager (Files). Jika Anda melihat drive baru terdaftar di sebelah kiri, itu pertanda semua berjalan baik.
Jika tidak muncul, periksa hal‑hal berikut:
- Apakah partisi sudah dibuat di aplikasi Disks
- Apakah sistem berkas sudah ditetapkan (ext4/NTFS, dll.)
- Apakah drive sedang ter‑mount
Jika Anda sudah sampai sejauh ini menggunakan GUI, pekerjaan pemformatan biasanya sudah selesai.
4.7 Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan GUI
GUI (aplikasi Disks) ramah pemula, namun memiliki kelebihan dan keterbatasan.
Kelebihan GUI
- Intuitif dan mudah dipahami
- Lebih mudah menangkap kesalahan (Anda bisa melihat ukuran dan info perangkat)
- Tidak memerlukan perintah terminal
Kekurangan GUI
- Tidak tersedia di lingkungan server tanpa desktop
- Sulit untuk diotomatisasi atau di-script
- Jika Anda ingin kontrol yang lebih halus, CLI bisa lebih powerful
Pada Ubuntu desktop, GUI biasanya sudah cukup.
Pada setup VPS/server, Anda sering memerlukan pendekatan CLI.
5. Cara Memformat HDD di Ubuntu (CLI: Command Line)
Mulai dari sini, kami akan menjelaskan cara memformat HDD menggunakan terminal (CLI).
- Saat Anda berada di lingkungan tanpa GUI (server)
- Saat Anda ingin kontrol yang lebih presisi
- Saat Anda ingin menstandarisasi dan mendokumentasikan prosedur
Dalam situasi ini, CLI sangat berguna.
Bahkan jika Anda pemula, Anda bisa melakukannya dengan aman selama mengikuti langkah-langkah dengan hati-hati.
5.1 Konfirmasi Nama Disk Terlebih Dahulu (Periksa Dua Kali)
Selalu konfirmasi disk target sebelum melakukan apa pun.
lsblk
Contoh: Jika Anda konfirmasi HDD eksternal Anda adalah /dev/sdb, maka semuanya di bawah ini akan menggunakan sdb sebagai target.
Jika Anda salah, itu bisa tidak bisa dipulihkan—jadi konfirmasi setiap kali.
5.2 Buat Partisi (Menggunakan parted)
parted relatif ramah pemula di antara alat command-line.
Di bawah ini adalah contoh membuat satu partisi pada disk GPT.
1) Buat Tabel Partisi (GPT)
sudo parted /dev/sdb --script mklabel gpt
2) Buat Partisi (Gunakan Seluruh Disk)
sudo parted /dev/sdb --script mkpart primary ext4 0% 100%
Ini sering membuat /dev/sdb1.
Konfirmasi hasilnya:
lsblk
5.3 Format Partisi (Perintah mkfs)
Setelah Anda memiliki partisi, buat sistem file di atasnya.
Format sebagai ext4 (Terbaik untuk Ubuntu)
sudo mkfs.ext4 /dev/sdb1
Format sebagai NTFS (Untuk Berbagi dengan Windows)
sudo mkfs.ntfs -f /dev/sdb1
Format sebagai FAT32 (Untuk Kompatibilitas)
sudo mkfs.vfat -F 32 /dev/sdb1
Setelah formatting, konfirmasi bahwa sistem file telah dibuat:
lsblk -f
5.4 Mount Drive Agar Bisa Digunakan
Formatting saja tidak membuat drive bisa digunakan sebagai folder di Ubuntu.
Anda harus mount itu sebelum bisa mengaksesnya.
Buat Titik Mount
sudo mkdir -p /mnt/myhdd
Mount Partisi
sudo mount /dev/sdb1 /mnt/myhdd
Periksa isinya:
ls /mnt/myhdd
Jika tidak ada yang terdaftar, itu normal—artinya disk kosong dan siap digunakan.
Di bab selanjutnya, kami akan bahas langkah praktis setelah formatting: konfigurasi auto-mount via /etc/fstab, plus tips penggunaan berdasarkan kasus dan troubleshooting.
6. Setelah Formatting: Mounting dan Setup Auto-Mount (fstab)
Setelah memformat HDD Anda, topik kunci selanjutnya adalah mounting dan auto-mounting.
Jika Anda paham ini, mengelola storage di Ubuntu menjadi lebih lancar.
Untuk HDD eksternal dan data disk khususnya, nyaman jika mereka otomatis tersedia setelah setiap reboot.
6.1 Konfirmasi Apakah Drive Sudah Di-Mount
Pertama, periksa apakah HDD saat ini sudah di-mount.
Periksa dengan lsblk
lsblk
Jika Anda melihat sesuatu seperti /mnt/myhdd atau /media/your-username/xxxx di bawah MOUNTPOINTS, itu sudah di-mount.
Periksa dengan df -h (Lebih Mudah Melihat Kapasitas)
df -h
Ini menunjukkan disk mana yang terpasang ke lokasi mana, beserta ukuran yang mudah dibaca.
6.2 Cara Mount Secara Manual (Review Cepat)
Jika drive belum di-mount, Anda bisa mount secara manual menggunakan langkah berikut.
1) Buat Titik Mount
sudo mkdir -p /mnt/myhdd
2) Mount Drive
sudo mount /dev/sdb1 /mnt/myhdd
Sekarang, saat Anda membuka /mnt/myhdd, Anda bisa melihat isi HDD.
6.3 Cari UUID untuk Auto-Mounting
Untuk membuat auto-mount tetap berlaku, Anda menambahkan entri ke /etc/fstab.
Dalam konfigurasi tersebut, praktik terbaik adalah menggunakan UUID daripada nama perangkat seperti /dev/sdb1.
Alasannya adalah bahwa nama perangkat dapat berubah tergantung pada urutan USB atau waktu boot (misalnya, sdb mungkin menjadi sdc).
Dengan UUID, Ubuntu selalu dapat mengidentifikasi drive yang sama dengan andal.
Gunakan perintah berikut untuk menemukan UUID:
lsblk -f
Outputnya mencakup kolom UUID.
Contoh (gambar):
- UUID:
1234-ABCD-5678-EFGH
6.4 Menambahkan Entri ke /etc/fstab untuk Auto-Mounting
Mulai dari sini, berhati-hatilah—kesalahan dapat menyebabkan masalah saat boot.
Namun, jika Anda mengikuti langkah-langkah dengan tepat, ini dapat dikelola bahkan untuk pemula.
1) Cadangkan fstab Terlebih Dahulu (Diperlukan)
sudo cp /etc/fstab /etc/fstab.backup
2) Edit fstab
nano sering kali paling mudah untuk pemula.
sudo nano /etc/fstab
3) Contoh Entri (ext4)
UUID=1234-ABCD-5678-EFGH /mnt/myhdd ext4 defaults 0 2
Berikut adalah arti setiap field (tingkat tinggi):
- UUID=…: pengenal untuk HDD target
- /mnt/myhdd: titik mount (folder)
- ext4: jenis sistem file
- defaults: opsi standar
- 0: pengaturan dump (biasanya 0)
- 2: prioritas fsck (biasanya 2)
4) Uji Konfigurasi (Penting)
Setelah mengedit fstab, jangan reboot segera. Uji terlebih dahulu:
sudo mount -a
Jika tidak ada kesalahan yang muncul, pengaturan berhasil.
6.5 Apa yang Harus Dilakukan Jika Auto-Mount Gagal
Jika Anda melihat kesalahan setelah menjalankan sudo mount -a, jangan panik—periksa yang berikut:
- Apakah UUID benar?
- Apakah folder titik mount ada (misalnya,
/mnt/myhdd)? - Apakah jenis sistem file benar (ext4/ntfs/vfat)?
- Apakah spasi/tab yang memisahkan field benar?
Dalam kasus terburuk, jika Ubuntu gagal boot setelah reboot, memiliki cadangan memungkinkan untuk mengembalikan.
7. Kasus Penggunaan: Tujuan Pemformatan Umum dan Pengaturan yang Direkomendasikan
Memformat HDD bukan hanya tentang “membersihkannya”.
Jika Anda memilih pengaturan yang tepat untuk tujuan Anda, drive menjadi jauh lebih mudah dan aman untuk digunakan.
Berikut adalah beberapa skenario umum dan pengaturan yang direkomendasikan.
7.1 Jadikan Sebagai Drive Data untuk Ubuntu Saja (Direkomendasikan: ext4)
Sistem file yang direkomendasikan: ext4
Kasus penggunaan tipikal:
- Menyimpan data di Ubuntu
- Cadangan di lingkungan Linux
- Menyimpan file pengembangan/proyek
Mengapa ext4 cocok sekali:
- Bekerja secara alami dengan Ubuntu
- Izin berperilaku seperti yang diharapkan
- Sangat stabil untuk penggunaan jangka panjang
7.2 Gunakan HDD Eksternal di Ubuntu dan Windows (Direkomendasikan: NTFS)
Sistem file yang direkomendasikan: NTFS
Kasus penggunaan tipikal:
- Anda ingin membuka file kerja di Windows juga
- Anda ingin berbagi satu HDD eksternal antara dua OS
Catatan penting:
- Ubuntu biasanya dapat membaca/menulis NTFS, tetapi beberapa lingkungan mungkin memerlukan driver tambahan
- “Fast Startup” Windows dapat mencegah Ubuntu memasang drive
Kami akan membahas cara menangani masalah ini di bagian pemecahan masalah nanti dalam artikel.
7.3 Gunakan Seperti Drive USB (Direkomendasikan: FAT32 atau exFAT)
Sistem file yang direkomendasikan: FAT32 (kompatibilitas maksimum)
Tetapi ingatlah batas 4GB per file.
Saat ini, banyak orang juga memilih exFAT.
exFAT mendukung file besar dan bekerja dengan baik dengan Windows dan macOS.
Namun, dukungan exFAT dapat bervariasi tergantung pada lingkungan, jadi pemula harus memilihnya hanya ketika tujuannya jelas.
7.4 Rekonstruksi HDD yang Sebelumnya Memiliki Ubuntu Terinstal (Ubah Menjadi Drive Data)
Jika HDD sebelumnya memiliki Ubuntu terinstal, mungkin masih berisi partisi seperti:
- Partisi Sistem EFI (untuk boot UEFI)
- Partisi root ext4
- Partisi swap
Untuk merekonstruksi disk tersebut menjadi “HDD data” sederhana, pendekatan ini mudah diikuti:
- Buat ulang tabel partisi (inisialisasi disk)
- Buat satu partisi (untuk penggunaan data umum)
- Format sebagai ext4
Anda dapat melakukan ini menggunakan GUI (aplikasi Disks) atau CLI, tetapi GUI biasanya lebih nyaman untuk pemula.
8. Pemecahan Masalah: Apa yang Harus Dilakukan Jika Anda Tidak Bisa Memformat atau Drive Tidak Terdeteksi
Dalam bagian ini, kami akan membahas masalah umum yang bisa terjadi saat memformat HDD di Ubuntu, beserta perbaikan praktis.
Kami akan fokus pada masalah yang paling mungkin dihadapi oleh pemula.
8.1 Anda Melihat “device is busy”
Kesalahan ini biasanya terjadi ketika Anda mencoba memformat drive yang masih terpasang.
Perbaikannya adalah lepaskan terlebih dahulu.
sudo umount /dev/sdb1
Jika Ubuntu mengatakan drive sedang “digunakan” dan tidak bisa dilepaskan, periksa apakah Anda membukanya di pengelola file.
8.2 HDD Tidak Muncul (Tidak Terdaftar di lsblk)
Jika Anda menghubungkan HDD eksternal tetapi tidak muncul, periksa item-item ini secara berurutan:
- Koneksikan ulang kabel USB
- Coba port USB yang berbeda
- Jika memiliki daya eksternal, pastikan sudah menyala
- Uji apakah dikenali di PC lain
Anda juga mungkin menemukan petunjuk dengan memeriksa log sistem:
dmesg | tail -n 50
8.3 Anda Tidak Bisa Memasang Drive Setelah Memformat
Jika Anda memformat drive tetapi masih tidak bisa memasangnya, konfirmasi hal berikut:
- Anda memformat partisi (
/dev/sdb1), bukan seluruh disk (/dev/sdb) lsblk -fmenunjukkan tipe sistem file- Folder titik pemasangan ada
Contoh perintah mount:
sudo mount /dev/sdb1 /mnt/myhdd
8.4 HDD Berbagi Windows Tidak Bisa Dipasang di Ubuntu
Jika drive NTFS yang Anda gunakan di Windows tidak bisa dipasang di Ubuntu, penyebab paling umum adalah:
- Windows Fast Startup diaktifkan
- Windows meninggalkan drive dalam keadaan hibernasi
Dalam kasus ini, Ubuntu mungkin menolak memasang drive karena menganggapnya tidak aman.
Perbaikan standar adalah melakukan shutdown penuh di Windows.
Jika Anda berencana berbagi drive antara Ubuntu dan Windows, penting untuk mengingat poin ini.
9. FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Memformat HDD di Ubuntu
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering dicari, dijawab dalam format FAQ yang mudah dibaca.
9.1 Apakah memformat HDD di Ubuntu benar-benar menghapus data?
Dalam kebanyakan kasus, ya.
Lebih tepatnya, sistem file dibangun ulang, dan data sebelumnya menjadi tidak dapat diakses.
Masih ada kemungkinan kecil pemulihan mungkin dilakukan, tetapi tidak ada jaminan itu akan berhasil.
Jika drive berisi data penting, selalu cadangkan sebelum memformat.
9.2 Apa cara termudah untuk memformat HDD eksternal di Ubuntu?
Bagi pemula, metode termudah adalah menggunakan aplikasi Disks (GUI).
- Disk target mudah diidentifikasi
- Seluruh proses bisa dilakukan dengan klik
- Lebih mudah memperhatikan kesalahan sebelum terjadi
Jika Anda belum nyaman dengan alat baris perintah, sangat disarankan untuk memulai dengan GUI.
9.3 Perintah apa yang memformat drive sebagai ext4 di Ubuntu?
Perintah dasar untuk memformat partisi sebagai ext4 adalah:
sudo mkfs.ext4 /dev/sdb1
Namun, nama perangkat target (/dev/sdb1) tergantung pada lingkungan Anda.
Selalu konfirmasi dengan lsblk sebelum menjalankan perintah.
9.4 Bagaimana cara auto-mount drive setelah memformat?
Metode standar adalah menambahkan entri ke /etc/fstab menggunakan UUID drive.
- Temukan UUID dengan
lsblk -f - Tambahkan entri ke
fstab - Uji dengan
sudo mount -a
Bahkan pemula bisa mengaturnya dengan aman dengan mengikuti langkah-langkah.
9.5 Format mana yang harus saya gunakan untuk berbagi HDD antara Ubuntu dan Windows?
Jika berbagi dengan Windows diperlukan, NTFS adalah opsi paling praktis.
Jika drive hanya untuk Ubuntu, ext4 biasanya lebih stabil dan alami.
Pilih sistem file berdasarkan kebutuhan Anda.
10. Ringkasan: Tips untuk Memformat HDD di Ubuntu dengan Aman
Memformat HDD di Ubuntu tidak sulit selama Anda mengikuti langkah-langkah yang benar.
Namun, ada satu aturan yang harus selalu Anda ikuti.
Jangan pernah memilih disk yang salah untuk diformat.
Itu hal yang paling penting.
Untuk menyimpulkan, berikut adalah poin-poin utama:
- Pemula sebaiknya mulai dengan GUI (aplikasi Disks) untuk alur kerja yang paling aman
- Saat menggunakan perintah, periksa
lsblksebanyak yang diperlukan - Pilih ext4/NTFS/FAT32 berdasarkan tujuan Anda
- Setelah pemformatan, mounting dan auto-mounting (fstab) membuat drive jauh lebih nyaman
- Jika Anda mendapatkan kesalahan, pertama-tama curigai bahwa drive masih ter-mount
Dengan mengikuti langkah-langkah dalam artikel ini, Anda akan dapat menginisialisasi HDD di Ubuntu dengan aman dan mengelolanya dengan nyaman berdasarkan tujuan Anda.


